Proposal Pengajuan Penambahan Ruang Kelas Baru

Contoh Proposal Bantuan Pengajuan Penambahan Ruang Kelas Baru
BAB I
A.Latar Belakang
1. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan secara maksimal maka diperlukan proses pembelajaran yang kondusif dengan melibatkan semua komponen pembelajaran secara optimal. Salah satu komponen penting yang menjadikan proses pembelajaran menjadi lancar dan kondusif adalah ruang kelas.
2. Ruang kelas sebagai tempat belajar melakukan aktivitas pembelajaran memiliki peranan yang strategis dalam rangka menciptakan suasana dan rasa belajar bagi para siswa. Keberadaannya membawa dampak yang lebih luas seperti, rasa aman, rasa memiliki, ketenangan dan hal-hal positif lainnya.
3. Nama Sekolah sebagai salah satu sekolah di.........  juga merasakan betapa pentingnya keberadaan ruang kelas sebagai salah satu unsur penentu keberhasilan proses pembelajaran. Sekolah yang memiliki siswa ---- orang yang terbagi dalam ---- kelas (rombongan belajar) ini saat ini memiliki --ruang kelas, sehingga idealnya masih membutuhkan --- ruang kelas lagi dan -- ruang praktik.
4. Dari ---- ruang kelas yang ada ---  kelas dan --- ruang praktik diantaranya Masih Kurang.
5. Bertolak dari pemikiran di atas maka Nama Sekolah menganggap bahwa pembangunan ruang kelas baru di Nama Sekolah adalah hal yang sangat penting dan mendesak untuk diwujudkan.
Untuk itulah kami mengajukan PROPOSAL Bantuan Penambahan Ruang Kelas

B.Visi dan Misi
Visi
-----------------------------------------------VISI SEKOLAH--------------------------------------
Misi
---------------------------------------------------------ISI MISI SEKOLAH------------------------------------------------------
C. Tujuan dan Sasaran
---------------------------------------ISI TUJUAN SEKOLAH DAN SASARAN SEKOLAH-------------------------------
a.Memberikan tempat belajar siswa dengan segala perlengkapannya.
b. Menghindari mobilitas siswa pada saat jam efektif sehingga waktu yang tersedia dapat digunakan untuk belajar secara optimal.
c. Agar pelaksanaan praktik sesuai dengan tingkat kemampuan siswa tanpa adanya alasan keterbatasan tempat di sekolah.

BAB II
PROGRAM PENAMBAHAN RUANG KELAS
A. Tahap perencanaan
a. Melakukan pendataan kondisi bangunan
b. Membuat gambar sesuai kebutuhan :
•Tata letak bangunan
•Denah, tampak, potongan
•Instalasi listrik penerangan
•Instalasi air bersih dan air kotor
•Gambar detail meliputi antara lain : kolom, atap, kosen, dan kuda-kuda dll.

c. Menyusun analisis kebutuhan bahan dengan jenis dan kwalitas sesuai dengan kondisi setempat, analisa harga satuan dan tenaga kerja;
d. Membuat RAB pekerjaan penambahan ruang baru sekolah;
e. Membuat rencana waktu pelaksanaan pekerjaan;
f. Menyusun rencana kebutuhan tenaga kerja.
B. Tahap pelaksanaan
a.Mengarahkan dan membimbing secara periodik kepada pelaksana selama pekerjaan berlangsung.
b.Memeriksa dan membuat laporan kemajuan pekerjaan terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan Pembangunan yang dilakukan oleh pelaksana.
c.Memantau dan membuat laporan harian, mingguan dan bulanan pelaksnaan pekerjaan kepada tim pembangunan
d.Membuat foto perkembangan fisik pekerjaan yang menunjukan
kondisi awal (0%), menengah (50%) dan akhir (100%).
 
BAB III
PENDANAAN
A. Rencana Pembiayaan Ruang Kelas Baru secara Keseluruhan

Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan ruang kelas baru secara keseluruhan adalah sebesar Rp ---------------------------------(-------------------) dengan rincian anggaran biaya terlampir.
Kami berharap bahwa proposal ini mendapat persetujuan sehingga Pembangunan Ruang Kelas Baru di Nama Sekolah segera dapat direalisasikan guna menciptakan suasana proses pembelajaran yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan secara maksimal, Amien.
Tempat,-- Oktober 2011
Ketua Komite Sekolah                                                                                                                                 Menyetujui
Kepala Sekolah

Nama Komite                                                                                                                              
 
 BAB V
PE N UTU P

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DAFTAR LAMPIRAN

1. Analisa Daftar Ruang Kelas dan Jumlah Siswa
2. Foto – foto Fisik
3. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
4. Surat Pernyataan Dana Pendamping
5. Surat Pernyataan Pelaksanaan dengan Swakelola
6. SK Tim Rehabilitasi
7. Data Siswa
8. Foto Copy Rekening Sekolah

http://rizgant.blogspot.com/

Download Bunyi Bel Alarm Sekolah Otomatis


Sobat Arena Salam http://goo.gl/AufPmF Berbagi Kali ini Arena Berbagi Mau Berbagi untuk Bunyi Bel Alarm Sekolah Otomatis, mengiringi perkembangan jaman sekarang bel sekolah pun sudah hampir merata Sekolah sekolah menggunakan Bel Alarm Otomatis jadi Guru Piket tidak lagi disibukan dengan jadwal mencet bel ganti jam pelajaran, jam istirahat dan bel pulang sekolah. Nah untuk kali ini Sobat Arena berbagi untuk Bunyi Bel Alarm Otomatis Sekolah yang Insya ALLOH akan berguna untuk sekolah. Bunyi Bel ini menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Cocok Sekali Kan.

Download Bunyi Bel Sekolah ini suport :  wav, mp3
  1. Bunyi Bel Sebelum Upacara wav, mp3
  2. Bunyi Bel Upacara wav, mp3
  3. Bunyi Bel Jam Pertama Pelajaran wav, mp3
  4. Bunyi Bel Jam Ke Dua Pelajaran wav, mp3
  5. Bunyi Bel Jam Ke Tiga Pelajaran wav, mp3
  6. Bunyi Bel Jam Ke Empat Pelajaran wav, mp3
  7. Bunyi Bel Jam Ke Lima Pelajaran wav, mp3
  8. Bunyi Bel Ke Enam Pelajaran wav, mp3
  9. Bunyi Bel Ke Tujuh Pelajaran wav, mp3
  10. Bunyi Bel Ke Delapan Pelajaran wav, mp3
  11. Bunyi Bel Istirahat wav, mp3
  12. Bunyi Bel Selesai Istirahat wav, mp3
  13. Bunyi Bel Pulang Sekolah wav, mp3
  14. Bunyi Bel Pulang Sekolah Hari Sabtu wav, mp3
  15. Bunyi Bel Keagamaan wav, mp3

File Download ini Dibagi 2 Link Download Untuk Memudahkan Sobat Semua
    Link 1: http://www.ziddu.com/download/16453174/BunyiBelSekolah1.rar.html

    Link 2: http://www.ziddu.com/download/16454965/BunyiBelSekolah2.rar.html

    untuk Download Software Bel Sekolah Otomatis Sobat Bisa Download di Sini software ini sudah teruji dan gratisan lagi sob silahkan sobat coba di sekolah sobat

    Syarat Syarat Sertifikasi Guru


    Persyaratan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2010
    1.      Persyaratan Umum
    a.     Guru yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan Nasional yaitu guru yang mengajar di sekolah umum, kecuali guru Agama. Sertifikasi guru bagi guru Agama (termasuk guru Agama yang memiliki NIP 13) dan semua guru yang mengajar di Madrasah (termasuk guru bidang studi umum yang memiliki NIP 13) diselenggarakan oleh Kementerian Agama dengan kuota dan aturan penetapan peserta dari Kementerian Agama. Sesuai Surat Edaran Bersama Direktur Jenderal PMPTK dan Sekretaris Jenderal Departemen Agama Nomor SJ/Dj.I/Kp.02/1569/2007, Nomor 4823/F/SE/2007 Tahun 2007.
     
    b.     Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas denganketentuan:
    1) bagi yang bukan dari guru harus diangkat sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor74 Tahun 2008 tentang Guru (1 Desember2008), atau
    2) bagi yang diangkatsetelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru tetapi memiliki pengalaman formal sebagai guru. 

    Contoh 1:
    Seorang pengawas Ayang tidak pernah menjadiguru dialihtugaskan dari pejabat struktural menjadi pengawas pada bulan September 2008. Pengawas A dapat mengikuti sertifikasiguru karena diangkat sebagai pengawas sebelum Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru ditetapkan

    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)

    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
    STANDAR KOMPETENSI (SK) DAN KOMPETENSI DASAR (KD)
    Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI)

    A.    Latar Belakang

    Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.

    Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

    Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik  untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global. 

    Dengan  standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia ini diharapkan:
    1.    peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri;
    2.    guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar;
    3.    guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya;
    4.    orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan daan kesastraan di sekolah;
    5.    sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia;
    6.    daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional.

    B.    Tujuan
       
        Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

    1.    Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis
    2.    Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
    3.    Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan
    4.    Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan  intelektual, serta kematangan emosional dan sosial
    5.    Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
    6.    Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

    C.    Ruang Lingkup

    Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
    1.    Mendengarkan
    2.    Berbicara
    3.    Membaca
    4.    Menulis.

    Pada akhir pendidikan di SD/MI, peserta didik telah membaca sekurang-kurangnya sembilan buku sastra dan nonsastra.

    Cara Mendaftarkan NUPTK Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan

    NUPTK
    Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan
    Fungsi NUPTK
    NUPTK sebagai nomor identitas PTK yang berlaku secara nasional dan menjadi syarat dalam mengikuti berbagai program peningkatan mutu dan kesejahteraan PTK yang di programkan oleh Pemerintah?Kemendiknas sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2005

    Untuk Tenaga Kependidikan sudah seharusnya memiliki NUPTK  
    dan untuk informasi mendaftarkan NUPTK Bisa kunjungi situs resminya yang sudah berpindah dari www.nuptk.info menjadi http://pmptk.kemdiknas.go.id/ 

    Sistem Kendali Raport dan Ijasah

    Sobat Arena disini Arena Berbagi mau share untuk Cara Memudahkan Administrasi Sekolah di bidang input data Raport dan ijasah, Raport dan ijasah adalah hal yang penting di dunia pendidikan di karenakan dengan raport dan ijasah itu kita bisa melanjutkan ke sekolah yang jenjangnya lebih tinggi dengan ijasah pula kita bisa melamar kerja. InsyaALLOH dengan program ini akan sangat membantu
    .
    Untuk pengolahan data raport dan ijasah disini Arena Berbagi Mereferensikan Suatu Program Sistem Kendali raport dan Ijasah yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Dimana Sistem ini sangat membantu di sekolah untuk menginput data data siswa untuk Raport dan ijasah.
    Isi dalam Sistem Kendali Raport antara lain :

    1.Sistem didalamnya Berisi
    : Log in
    : Log Out
    : Ganti Pasword
    : Refres Menu
    : Pengaturan
    : Keluar

    2.Data
    : Kecamatan
    : Sekolah
    : Kirim Data
    : Tarik Data
    : Pengguna

    3.Transaksi
    : Input Data Raport Dimulai dari tingkat TK sampai Dengan SMA
    : Input Data Ijasah Dimulai dari tingkat TK sampai Dengan SMA

    4.Laporan
    : Format Cetak
    : Raport untuk Tingkat TK Sampai dengan SMA
    : Ijasah untuk Tingkat TK sampai Dengan SMA

    Untuk Sementara Arena Berbagi Baru Bisa Update tentang keterangan isi didalam program Sistem Kendali Raport dan Ijasah lain waktu Arena Berbagi Sofwarenya dengan Cuma – Cuma atau Gratis.
    Silahkan Tinggalkan Pesan atau komen

    Manfaat Media Pembelajaran di Sekolah


    Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:

     Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan
    Dengan bantuan media pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa dimanapun berada.

     Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
    Media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.

    Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
    Dengan media akan terjadinya komunikasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah
    .
    Efisiensi dalam waktu dan tenaga
    Dengan media pembelajaran tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Guru tidak harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.

    Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
    Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih mandalam dan utuh. Bila dengan mendengar informasi verbal dari guru saja, siswa kurang memahami pelajaran, tetapi jika diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan dan mengalami sendiri melalui media pemahaman siswa akan lebih baik.

    Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja
    Media pembelajaran dapat dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru.Perlu kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah.

    Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
    Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.

    Langkah - langkah Penyusunan Rpp

    1. Mengisi kolom identitas
    2. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan
    3. Menetukan SK ( Standar Kompetensi ),KD ( Kompetensi Dasar ) dan Indikator yang akan digunakan
    4. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK,KD, dan Indikator yang telah ditentukan.
    5. Mengidentifikasi materi ajar berdasrkan materi pokok atau pembelajaran yang terdapat dalam silabus.
    6. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan
    7. Menentukan langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir
    8. Menentukan alat/ bahan / sumber belajar
    9. Menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, teknik penskoran, dll

     Mudah mudahan informasi ini berguna untuk Sobat Arena Semua, Trims

    Arti Lambang Kabupaten Cilacap

    Lambang Daerah

    Bentuk dan Wujud Lambang Daerah
    Bintang Segi Lima;
    Melambangkan keluhuran cita-cita masyarakat Daerah yang berkepribadian Pancasila.
    Tugu Pahlawan dengan lidah api diatas gelombang Laut Selatan;
    Tugu Pahlawan melambangkan perjuangan heroik masyarakat Daerah dimasa Revolusi 1945.
    Lidah api menunjukkan hitungan 5, berarti perjuangan yang berdasarkan Pancasila.
    Gelombang Laut Selatan dengan lekuk gelombang berjumlah 4 dihubungkan dengan lidah api (5) berarti bahwa perjuangan yang berkobar-kobar sejak Revolusi 45 berdasarkan UUD 45 dan jiwa juang 45.
    Kembang Wijayakusuma;
    Merupakan lambang Wahyu Negara pada saat masih berbentuk kerajaan.
    Wijayakusuma menjadi nama pengenal khas dan merupakan lambang hidup daerah.
    Kembang ini hanya ada dan tumbuh di Cilacap saja (bunga gaib).

    Padi dan Kapas;
    Melambangkan keluhuran cita-cita masyarakat Daerah mewujudkan masyarakat adil dan makmur dalam mengemban Amanat Penderitaan Rakyat.
    Padi dan Kapas bermakna kegiatan masyarakat di bidang pangan dan sandang.
    Jumlah butir padi 17 dan kapas 8, dihubungkan dengan Kembang Wijayakusuma yang berkelopak 4 dan berdaun bunga 5, menunjukkan betapa keramatnya Proklamasi Tujuhbelas Delapan Empatlima.

    Ikan Hiu;
    Ikan Hiu melambangkan Cilacap berada di daerah pantai laut selatan, penghasil ikan, dan sebagian dari masyarakatnya adalah nelayan.

     Warna Lambang Daerah dan maknanya
    Warna Merah Hati  :
    keberanian, keuletan, kewaspadaan serta melambangkan perjuangan yang gagah berani
    Warna Kuning Emas  :
    keluhuran didalam mengemban tugas
    Warna Putih  :
    kesucian jiwa
    Warna Hitam  :
    ketenangan dan ketabahan
    Warna Hijau   :
    kesuburan dan kemakmuran
    Warna Biru Laut / Biru Tua  :
    Cilacap terletak di pantai selatan, Samudera Indonesia
    Seluruh warna menggambarkan kepribadian masyarakat Daerah.
     

    Motto

    JALA BHUMI WIJAYAKUSUMA CAKTI

    JALA                    :  Air, Lautan
    BHUMI                 :  Tanah, Daratan
    WIJAYAKUSUMA :  Bunga Kejayaan
    CAKTI                  :  Ilmu Tertinggi

    Artinya adalah :
    "Kemampuan membudidayakan bumi, laut, air untuk kemakmuran"

    Manfaat Media Pembelajaran dalam Pendidikan

    Pemanfaatan media dalam pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, meningkatkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan berpengaruh secara psikologis kepada siswa (Hamalik, 1986). Selanjutnya diungkapkan bahwa penggunaan media pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian informasi (pesan dan isi pelajaran) pada saat itu. Kehadiran media dalam pembelajaran juga dikatakan dapat membantu peningkatan pemahaman siswa, penyajian data/informasi lebih menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. Jadi dalam hal ini dikatakan bahwa fungsi media adalah sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar.

    Sadiman, dkk (1990) menyampaikan fungsi media (media pendidikan) secara umum, adalah sebagai berikut: (i) memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat visual; (ii) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, misal objek yang terlalu besar untuk dibawa ke kelas dapat diganti dengan gambar, slide, dsb., peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat film, video, foto atau film bingkai; (iii) meningkatkan kegairahan belajar, memungkinkan siswa belajar sendiri berdasarkan minat dan kemampuannya, dan mengatasi sikap pasif siswa; dan (iv) memberikan rangsangan yang sama, dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap isi pelajaran.
    Fungsi media, khususnya media visual juga dikemukakan oleh Levie dan Lentz, seperti yang dikutip oleh Arsyad (2002) bahwa media tersebut memiliki empat fungsi yaitu:
    1. fungsi atensi,
    2. fungsi afektif,
    3. fungsi kognitif, dan
    4. fungsi kompensatoris.
    Dalam fungsi atensi, media visual dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran. Fungsi afektif dari media visual dapat diamati dari tingkat “kenikmatan” siswa ketika belajar (membaca) teks bergambar. Dalam hal ini gambar atau simbul visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa. Berdasarkan temuan-temuan penelitian diungkapkan bahwa fungsi kognitif media visual melalui gambar atau lambang visual dapat mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran untuk memahami dan mengingat pesan/informasi yang terkandung dalam gambar atau lambang visual tersebut. Fungsi kompensatoris media pembelajaran adalah memberikan konteks kepada siswa yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikan dan mengingat kembali informasi dalam teks. Dengan kata lain bahwa media pembelajaran ini berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dalam bentuk teks (disampaikan secara verbal).
    Dengan menggunakan istilah media pengajaran, Sudjana dan Rivai (1992) mengemukakan beberapa manfaat media dalam proses belajar siswa, yaitu:
    1. Dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa karena pengajaran akan lebih menarik perhatian mereka; 
    2. Makna bahan pengajaran akan menjadi lebih jelas sehingga dapat dipahami siswa dan memungkinkan terjadinya penguasaan serta pencapaian tujuan pengajaran;
    3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata didasarkan atas komunikasi verbal melalui kata-kata; dan
    4. Siswa lebih banyak melakukan aktivitas selama kegiatan belajar, tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengamati, mendemonstrasikan, melakukan langsung, dan memerankan.
    Berdasarkan atas beberapa fungsi media pembelajaran yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar memiliki pengaruh yang besar terhadap alat-alat indera. Terhadap pemahaman isi pelajaran, secara nalar dapat dikemukakan bahwa dengan penggunaan media akan lebih menjamin terjadinya pemahaman yang lebih baik pada siswa. Pelajar yang belajar lewat mendengarkan saja akan berbeda tingkat pemahaman dan lamanya “ingatan” bertahan, dibandingkan dengan pelajar yang belajar lewat melihat atau sekaligus mendengarkan dan melihat. Media pembelajaran juga mampu membangkitkan dan membawa pelajar ke dalam suasana rasa senang dan gembira, di mana ada keterlibatan emosional dan mental. Tentu hal ini berpengaruh terhadap semangat mereka belajar dan kondisi pembelajaran yang lebih hidup, yang nantinya bermuara kepada peningkatan pemahaman pelajar terhadap materi ajar.